Hampir sepekan berlalu, debat pertama pasangan calon presiden dan wakil presiden masih menyisakan banyak diskusi. Aneka meme pun membanjiri lini masa. Topiknya macam-macam, mulai dari gaya bicara, penampilan, hingga isi jawaban para pasangan calon alias paslon. Adapun tujuannya, tentu, salah satu di antara dua: memuji atau menyudutkan.

Saya sendiri tertarik menyoroti konstum unik yang dikenakan Maruf Amin saat debat, yakni kain sarung dipadukan dengan jas. Dari sisi pemasaran, kesetiaan Maruf mengenakan sarung bahkan di acara debat membuat penampilannya mencolok dan mudah tertancap di benak pemirsa. Soal pakaian, hanya sarung pak kiai yang menjadi topik pembahasan netizen. Sarung juga “alat” kampanye. Busana ini memperkuat positioning paslon nomor urut satu yang ingin merangkul pemilih muslim khususnya kalangan santri sarungan.

Di acara debat lalu, pamor sarung Maruf menjadi semakin kuat karena kebetulan sebuah produk sarung menjadi salah satu sponsor utama penayangan acara debat itu di sebuah televisi swasta. Ini menarik! Sebuah debat calon presiden disponsori oleh produk sarung! Adalah Sarung BHS yang cerdik memanfaatkan panggung debat bernuansa sarung.

Jika melihat profil dan sejarahnya, tak terlalu mengejutkan jika Sarung BHS mampu menyediakan dana untuk ikut “menyeponsori” acara debat lalu. Sarung BHS merupakan produk keluaran PT Behaestex yang sudah kondang. Perusahaan asal Gresik, Jawa Timur, ini sudah berdiri sejak 1953. Dengan usia 65 tahun lebih, Behaestex membuktikan diri bahwa ia mampu melampaui tantangan berbagai zaman. Kuncinya, selain kualitas, mereka setia menekuni produk yang menjadi kebutuhan mayoritas penduduk Indonesia, yakni pakaian muslim berupa sarung, songkok, surban, dan baju muslim. Selain Sarung BHS, merek lain milik perusahaan ini yang juga berkibar adalah ATLAS.

Oh, iya, buat para paslon, jika mau berhasil memenangi hati “konsumen” pemilu alias rakyat, mereka bisa belajar dari kiat sukses Behaestex. Perusahaan yang didirikan Abdurrauf Bahasuan ini memiliki lima budaya perusahaan yang dipegang teguh, yakni integritas, kerjasama, kemitraan, keunggulan, dan fokus kepada pelanggan. Terapkan saja semua budaya itu selama kampanye dan debat. Asal konsisten, selain memenangi pemilu, besar kemungkinan, saat nanti memerintah, mereka juga akan dicintai konsumen alias rakyat. Sepakat?•

Cipta Wahyana

Reporter: Cipta Wahyana
Editor: Tri Adi

Reporter: Cipta Wahyana
Editor: Tri Adi
Video Pilihan