Hari ini Kamis, 17 Januari 2019 Komisi Pemilihan Umum (KPU bakal menggelar debat calon presiden (capres) perdana dengan tema Hukum, Hak Asasi Manusia (HAM), Penanganan Korupsi dan Terorisme. Menjelang acara hampir semua pemberitaan memusatkan perhatian pada debat perdana ini.

Hanya saja, debat kali ini berbeda dengan sebelumnya yakni pertanyaan dibagikan sebelum debat tentu memberi waktu bagi masing-masing tim pemenangan untuk menyiapkan paparan sebagai jawaban dari pertanyaan panelis.

Dengan model seperti ini, kunci debat ini sebenarnya terletak pada counter statement yang diberikan oleh masing-masing pasangan calon pada paparan pasangan calon lainnya. Semakin counter statement tidak dapat diprediksi, pasangan calon tersebut akan sukses menarik keluar lawan debat mereka dari skenario yang telah disiapkan tim pemenangan. Tentu dengan kebijakan pertanyaan yang dibagikan sebelum debat, maka akan cukup waktu bagi masing-masing tim pemenangan menyiapkan sejumlah skenario.

Bagi masyarakat, menikmati debat perdana dengan tema ini harus dipandang secara proporsional. Artinya, debat antara pasangan calon nomor 01 yang kini merupakan petahana dan pasangan calon nomor 02 yang merupakan oposisi harus dimaknai pada posisinya masing masing.

Sudah bisa ditebak, petahana tentu saja akan memaparkan pencapaian-pencapaian di bidang Hukum, Hak Asasi Manusia (HAM), Penanganan Korupsi dan Terorisme selama ini.

Sebaliknya, tentu pasangan nomor 02 selaku oposisi akan mengkritisi kinerja petahana di bidang tersebut. Hal penting untuk dicatat masyarakat sebagai konstituen pemilih adalah ide dan gagasan yang disampaikan pasangan nomor 02 pasca mengkritisi kinerja petahana di bidang Hukum, Hak Asasi Manusia (HAM), Penanganan Korupsi dan Terorisme. Sebaliknya, pasangan calon 01 penting untuk disimak juga ide dan gagasan pasca menyampaikan pencapaian yang telah diraih.

Sebagaimana disampaikan oleh John F. Kennedy (1960) bahwa debat capres adalah bagian dari proses demokrasi denga esensi bertukar ide dan gagasan yang konstruktif untuk kemajuan sebuah bangsa. Patut dimaknai bahwa debat capres bukan ajang membanggakan diri dan mencela, sehingga menarik untuk dianalisis posisi debat dan counter statement pasangan 01 dan 02 pada tema yang diangkat tersebut, tetapi sekali lagi masyarakat harus menilai semua ini secara arif dan tidak melanjutkan debat dalam kehidupan keseharian.

Reporter: Tri Adi
Editor: Tri Adi
Video Pilihan