KONTAN.CO.ID –  Tol Jakarta–Cikampek sudah tidak bersahabat lagi buat pengendara. Contoh, perjalanan dari Jakarta ke Bandung yang tadinya cukup dilahap dalam tempo dua–tiga jam, sekarang mencapai enam jam bahkan bisa sepuluh jam.

Pengerjaan Tol Layang Jakarta–Cikampek Elevated, kereta ringan atawa light rail transit (LRT) rute Cawang–Bekasi Timur, dan kereta cepat Jakarta–Bandung jadi biang keladi kemacetan parah. Habis, pembangunannya berbarengan hingga memakan banyak lajur di Jalan Tol Jakarta–Cikampek.

Menghadapi mandeknya lalulintas ini, pemerintah tidak berdiam diri. Untuk mengurai macet, terutama pagi hari, pemerintah memberlakukan ganjil genap. Ketentuan ini berlaku mulai Pintu Tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur arah Jakarta.

Masalahnya, kemacetan ke arah Cikampek lebih parah. Untuk itu, secara mengejutkan, pemerintah akhirnya memutuskan untuk menyetop sementara pembangunan proyek LRT Cawang–Bekasi Timur dan kereta cepat Jakarta–Bandung.

Sementara proyek Tol Jakarta–Cikampek Elevated tetap berjalan, biar bisa beroperasi fungsional Lebaran 2019. Apalagi, progres pembangunan proyek tersebut sudah 57{09bebef3b0e0029b853c45b9bac82e8ed8d854038b1a61a83d26965c62cb4164}.

Keputusan pemerintah itu mendapat “perlawanan” dari kontraktor LRT Cawang–Bekasi Timur dan kereta cepat Jakarta–Bandung. Direktur Utama PT Adhi Karya Tbk Budi Harto bilang, kemacetan akibat efek proyek LRT Cawang–Bekasi Timur tidak signifikan.

“Perlawanan” itu langsung mendapat respons Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan. Dia menegaskan, seharusnya perusahaan karya yang mengerjakan proyek LRT mematuhi keputusan pemerintah tersebut.

Lalu, bagaimana langkah pemerintah selanjutnya? Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi membeberkan ke wartawan Tabloid KONTAN Ragil Nugroho, Kamis (29/11). Berikut nukilannya:

KONTAN: Kemacetan di Jalan Tol Jakarta–Cikampek semakin parah saja akibat pembangunan tiga proyek sekaligus di ruas ini. Bagaimana tanggapan Anda?
BUDI: Kami tentu memahami kekhawatiran dan keresahan publik. Namun, kami sedang menyelesaikan permasalahannya. Pastinya, pembangunan ketiga proyek tersebut (Tol Jakarta–Cikampek Elevated, LRT Cawang–Bekasi Timur, dan kereta cepat Jakarta–Bandung) penting karena merupakan proyek strategis nasional.

Sehingga, pemerintah samasekali tak ingin mempersulit pelaksanaan pembangunan sejumlah proyek di Tol Jakarta–Cikampek. Pemerintah menginginkan ada manajemen pengaturan waktu masing-masing proyek agar tak menimbulkan kemacetan parah di Tol Jakarta–Cikampek.

Untuk itu, saya sudah bertemu intensif dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemhub), Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Ditjen Perkeretaapian Kemhub, Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Mabes Polri.

Juga dengan PT Jasa Marga Tbk, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), PT Adhi Persada Properti, Project Management LRT Jabodetabek PT Adhi Karya Tbk, High Speed Railway Contractor Consortium, serta DPP Organisasi Angkutan Darat (Organda).

KONTAN: Hasilnya?
BUDI:
Ada dua rekomendasi. Pertama, proyek kereta cepat Jakarta–Bandung dan LRT Cawang–Bekasi Timur dibangun oleh satu kontraktor, supaya alat-alat beratnya tidak bertumpuk di persimpangan Cikunir.

Alhasil, ruang-ruang jalan yang dibutuhkan tetap bisa dipakai. Siapa kontraktor yang akan ditunjuk? Masih dibicarakan. Cuma, beberapa sudah diuji coba pelimpahan pekerjaan.

Misalnya, pembangunan gardu oleh KCIC diserahkan pekerjaannya kepada PT Waskita Karya Tbk yang sedang membangun Tol Cikampek Elevated.

Jadi, tidak ada mobilisasi alat. Kalau ada dua kontraktor, kan, ada dua mobilisasi alat. Nanti, Waskita Karya tinggal dibayar saja. Jadi, KCIC bayar ke Waskita Karya. Dengan cara ini harapannya, tidak ada lagi mobilisasi alat secara berlebihan di satu tempat yang menyebabkan gangguan samping.

Sejalan dengan itu, tumpang tindih pekerjaan yang sempat terjadi antara Waskita Karya dan KCIC juga sudah ada solusi.

Rekomendasi kedua, melakukan sistem ganjil genap di daerah Tambun, Bekasi. Sebab, Jakarta–Bandung saat ini bisa ditempuh sampai 10 jam.

Targetnya, dalam sebulan ke depan, Jakarta–Bandung bisa ditempuh tiga sampai empat jam seperti dulu. Sistem ganjil genap akan diberlakukan mulai pukul 05.00–10.00 WIB.

Upaya lain yang saat ini dilakukan oleh Kementerian Perhubungan adalah, melakukan peningkatan kegiatan sosialisasi seperti pemberitahuan mengenai waktu sibuk pekerjaan konstruksi di sepanjang Tol Jakarta–Cikampek kepada masyarakat.

Sehingga, masyarakat bisa mengatur waktu perjalanan mereka masing-masing.

Untuk itu, kami mengimbau masyarakat agar tidak melakukan perjalanan melalui Tol Jakarta–Cikampek di malam hari. Meski begitu, nanti akan ada penempatan flag man oleh kontraktor proyek untuk membantu mengatur lalu lintas di titik-titik bottleneck proyek yang mengalami kemacetan.

Reporter: Ragil Nugroho
Editor: Mesti Sinaga
Video Pilihan