Malam tadi kita menyaksikan acara debat kandidat presiden dalam rangka pemilihan Presiden 2019 yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Hari ini, di koran tercinta ini, seorang analis menyatakan bahwa debat semalam akan berpengaruh terhadap arah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini.

Bagaimana debat bisa berpengaruh langsung terhadap IHSG?

Begini. Sang analis beranggapan bahwa debat akan mempengaruhi persepsi asing terhadap hasil pemilu kelak. Jika debat sesuai harapan, mereka mungkin akan memborong atau tetap memegang erat saham yang sudah mereka kempit. Sebaliknya, jika debat tidak sesuai harapan, mereka akan melego saham-saham yang sudah mereka miliki.

Jika teori tersebut benar, berarti sebentar lagi kita bisa menduga para investor asing (selama beberapa hari terakhir ini menjadi mesin penopang indeks saham yang terus beringsut naik) “berpihak” pada kandidat yang mana.

Di tengah hangatnya suasana politik yang kian mendekati hari-H Pemilihan Umum (Pemilu) serentak pada 17 April 2019 mendatang, semua hal memang bisa kita coba kaitkan dengan hajatan demokrasi paling sakral tersebut. Pergerakan indeks saham, misalnya, bisa jadi memang bisa mencerminkan “kehendak” pasar.

Nah, jika benar demikian, mestinya kegelisahan yang kini menyeruak di kalangan masyarakat bahwa seolah-olah bahwa bangsa Indonesia sedang terpecah secara parah, bisa kita redam sementara.

Lihat saja, dibandingkan dengan kondisi ketika kampanye pilpres mulai berlangsung pada 23 September 2018 lalu, kini IHSG justru naik dari 6.413,36 ke 5.882,22 (8,21{09bebef3b0e0029b853c45b9bac82e8ed8d854038b1a61a83d26965c62cb4164}). Bukankah itu menjadi indikasi bahwa para juragan duit yang mestinya paling objektif menakar risiko masih merasakan iklim investasi di negeri kita masih cukup sejuk?

Banyak pihak menilai situasi dan kondisi sosial politik saat ini belum sepanas suasana menjelang Pilpres 2014 silam. Benarkah? Bagaimana bursa saham waktu itu “menilai” iklim politik dan risikonya terhadap penyemaian modal mereka?

Ternyata, sepanas-panasnya situasi sosial politik menjelang Pilpres 2014 IHSG cuma sempat anjlok 3,76{09bebef3b0e0029b853c45b9bac82e8ed8d854038b1a61a83d26965c62cb4164} terhitung sejak waktu pendaftaran pasangan kandidat ke KPU. Bahkan IHSG cenderung naik kembali menjelang hari-H pencoblosan. Tidak terlalu mengerikan, bukan?

Jadi, mari kita sambut Pilpres 2019 dengan ceria, sampai uang memperingatkan sebaliknya.•

Hasbi Maulana

Reporter: Hasbi Maulana
Editor: Tri Adi

Reporter: Hasbi Maulana
Editor: Tri Adi
Video Pilihan