5 Cara Mudah Ciptakan Rumah Minimalis Impian

Tren desain rumah selalu berubah dari waktu ke waktu. Jika dulu Anda melihat bahwa desain rumah klasik menjadi pilihan, kini desain rumah minimalis yang banyak diminati oleh orang-orang. Ada banyak sekali buku atau majalah yang menjadi referensi dari desain rumah minimalis ini, Anda pun bisa mengikutinya untuk diaplikasikan ke rumah sendiri.

Dari banyaknya referensi dan panduan yang diberikan, berikut rangkuman 5 cara mudah untuk menciptakan rumah minimalis impian Anda dan keluarga:

1. Tetapkan satu pusat perhatian

Meski disarankan untuk menggunakan warna netral pada dinding ruangan, Anda tetap bisa melakukan eksplorasi pada furnitur di dalamnya dengan menjadikan satu item furnitur sebagai highlight ruangan tersebut. Karena dinding berwarna netral, Anda bisa menambahkan satu warna kontras seperti merah atau warna cerah lainnya untuk sofa minimalis dan menawan khas Dekoruma agar ruangan terasa lebih hidup Daftar Poker.

Keberadaan sofa minimalis ini akan membuat ruangan tampak seperti sebuah karya seni yang menarik. Bayangkan, seluruh ruangan berwarna netral dan hanya sofa minimalis ini yang memiliki warna berbeda yang menyala.

Jangan terlalu banyak menambahkan furnitur dengan warna kontras. Anda cukup memiliki satu benda di dalam ruangan yang dijadikan pusat perhatian. Jika tidak, ruangan akan kehilangan kesan minimalisnya.

2. Singkirkan prinsip “dibuang sayang”

Sebagian orang mengaku sayang membuang barangnya meskipun barang-barang tersebut telah jarang digunakan. Hal inilah yang menyulitkan Anda untuk mewujudkan rumah minimalis. Barang yang sudah lama tidak dipakai ini tentu saja mengambil banyak ruang dan membuat rumah terasa lebih sempit dan menimbulkan kesulitan dalam membenahi rumah agar terlihat rapi.

Cara mudah untuk menentukan barang mana yang akan disingkirkan adalah dengan mengingat kapan terakhir ia digunakan. Untuk barang yang tidak digunakan lebih dari 3 bulan lamanya, barang tersebut sudah layak untuk disingkirkan. Tak perlu dibuang begitu saja, Anda bisa menjualnya sebagai barang bekas atau memberikannya pada yang membutuhkan.

3. Pilih benda dengan fungsi ganda

Buang kebiasaan belanja furnitur hanya karena tampilannya yang cantik. Furnitur ada bukah hanya untuk faktor estetika, namun untuk melayani suatu fungsi. Anda harus memilih furnitur atau benda yang memiliki fungsi lebih dari satu. Hal ini bukan saja hanya akan menghemat uang Anda, namun juga dapat menghemat tempat untuk menghindari ruangan terlihat sesak. Misalnya saja, furnitur dwifungsi seperti sofa bed untuk bersantai dan menyambut tamu. Ini berlaku jika Anda menggunakan satu ruangan sebagai ruang tamu dan ruang keluarga sekaligus.

Selain sofa bed, benda lain yang memiliki fungsi ganda adalah tempat tidur. Pilih tempat tidur yang bagian bawahnya bisa digunakan sebagai tempat penyimpanan di dalam kamar, karena siapa yang tidak suka produk yang menawarkan kemudahan 2 in 1?

Sebenarnya, ada cara lain yang lebih mudah selain mencoba mengatur sendiri rumah Anda agar terkesan modern dan minimalis. Anda bisa menggunakan jasa desain interior yang terpercaya. Dekoruma misalnya, menyediakan jasa design interior kompeten dan terampil yang berisikan para ahli dan menyediakan gratis biaya desain! Jadi, menciptakan rumah minimalis pun bukan lagi sebuah impian.

4. Gunakan tone warna netral

Warna yang digunakan untuk dinding dan berbagai furnitur dalam ruangan sangat menentukan apakah rumah terlihat segar dan minimalis atau tidak. Tone warna yang terlalu ramai bisa membuat ruangan terkesan lebih sempit karena tidak ada fokus yang jelas dalam satu ruangan.

Warna netral seperti putih, krem, dan abu-abu tak pernah mengecewakan untuk digunakan dalam sebuah ruangan minimalis, misalnya ruang keluarga. Dengan menggunakan warna netral pada dinding, Anda bisa lebih mudah mengatur warna pada furnitur atau benda lain dalam ruangan seperti tirai dan kabinet. Jika sudah mengikuti langkah ini, Anda tentu akan tenggelam dalam keasyikan menghias ruangan keluarga.

Menko Puan : Festival Janadriyah Semakin Mempererat Hubungan Indonesia – Arab Saudi

Festival Janadriyah ke 33 yang digelar di Arab Saudi diharapkan dapat lebih mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Arab Saudi. Dalam festival ini, Indonesia akan menampilkan keanekaragaman budaya dari Sabang hingga Merauke. Demikian dikatakan Menko PMK Puan Maharani ketika beraudiensi dengan Menteri Garda Nasional Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Khalid Bin Abdulaziz Bin Ayyaf Al Muqrin.

Pada kesempatan tersebut, Menko Puan menyampaikan apresiasi atas penunjukan Indonesia sebagai tamu kehormatan/ guest of honor Festival Janadriyah ke 33. Indonesia, sebutnya, memberikan penampilan terbaik sebagai penghargaan atas undangan dari Kerajaan Arab Saudi untuk menjadi tamu kehormatan. “Pemerintah telah sekuat tenaga mempersiapkan dengan maksimal termasuk koordinasi nasional antar kementerian/lembaga pusat di Jakarta, koordinasi dengan pemerintah daerah, dan dengan pihak terkait lainnya, walau waktu penunjukan yang relatif singkat pada 18 September lalu,” jelasnya.

Sebagai tamu kehormatan, Indonesia akan memaksimalkannya dengan menampilkan keanekaragaman budaya bangsa Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang terdiri dari lebih dari 300 etnik dengan bahasa masing-masing. “Dengan demikian, harapan kita bersama agar kedua bangsa bersaudara, Indonesia dan Arab Saudi, makin akrab dan makin saling mengerti satu sama lain,” ujarnya.

Pemerintah berharap, selain kerjasama di bidang kebudayaan, pengembangan sumber daya manusia dengan Arab Saudi pun dapat ditingkatkan. “Janadriyah ini akan menjadi batu loncatan menuju masa depan hubungan biletaral yang lebih erat, baik antar pemerintah maupun antar masyarakatnya,” sebutnya.

Pelayanan haji yang terus meningkat dari tahun ke tahun juga diapresiasi oleh Menko Puan. Hal ini merupakan salah satu portfolio yang menjadi tanggungjawabnya. Bahkan, selama 4 tahun ini, Menko Puan sangat intens berkoordinasi masalah haji dengan pihak Arab Saudi. Pada kesempatan ini, Pangeran Khalid menjanjikan untuk terus meningkatkan pelayanan haji dan berharap kiranya, Menko Puan dapat menunaikan haji kembali.

Sebelum beraudiensi dengan Pangeran Khalid, Menko Puan didampingi Duber RI dan delegasi Indonesia melakukan peninjauan Pavilion Indonesia. Pada kesempatan itu, Menko Puan sempat memberikan masukan agar penataan stand lebih baik lagi.

Rencananya, Festival Janadriyah ke 33 akan dihadiri oleh Raja Salman dan Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi. Festival Janadriyah sendiri adalah festival terbesar dan bergengsi dalam bidang kebudayaan dan sejarah di kawasan Timur Tengah yang diselenggarakan sejak 1985. Festival ini dirintis 6 negara di jazirah Arab yang beranggotakan Bahrain, Kuwait, Oman, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab yang tergabung dalam anggota Dewan Kerjasama Teluk (Gulf Cooperation Council (GCC).

Indonesia Menjadi Guest of Honor dalam Festival Budaya di Riyadh

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Puan Maharani menjadi Ketua Delegasi Republik Indonesia dalam Acara Pembukaan Festival budaya dan Heritage yang berlangsung di Riyadh, Arab Saudi. Sebagai ketua delegasi, Menko PMK menyambut kedatangan Raja Salman Bin Abdulaziz Al Saud didampingi oleh Duta Besar Indonesia Luar Biasa dan Berkuasa Penuh untuk Kerajaan Arab Saudi merangkap Wakil Tetap OKI Agus Maftuh Abegebriel. Kesempatan ini dimanfaatkan oleh Menko PMK untuk mempromosikan berbagai potensi wisata Indonesia seperti Raja Ampat, heritage subak di Bali, wisata laut dan berbagai kerajinan khas Indonesia serta budaya Indonesia dengan didukung oleh 200 penggiat seni.

Dalam festival ini, icon Indonesia menggunakan miniatur kapal Pinishi yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya oleh UNESCO tahun 2017.

Selain itu, ditampilkan pula beragam kesenian serta sejarah perjalanan haji. Dalam satu dokumen foto, ditampilkan pula foto Presiden Sukarno yang pernah menjalankan ibadah haji tahun 1955.

Setelah meninjau Pavilion Indonesia, Raja Salman Abdulaziz Al Saud menuju tempat acara pembukaan, dimana Menko PMK memberikan pidato.

Menko PMK menjadi satu-satunya Ketua Delegasi yang menyampaikan pidato dan juga menjadi satu-satunya Ketua Delri Perempuan yang duduk di sebelah Raja Salman Abdulaziz Al Saud dan para Pangeran

Indonesia ditunjuk sebagai Guest of Honor atau tamu kehormatan dalam festival tersebut, sementara banyak negara harus menunggu hingga 6-7 tahun bahkan 10 tahun untuk dapat menjadi Guest of Honor.

Menko PMK menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas kesempatan yang diberikan kepada Pemerintah Indonesia untuk menjadi Guest of Honor dalam Festival Budaya ke-33. “Kesempatan sebagai Guest of Honor tentu sangat baik bagi Indonesia untuk lebih memperkenalkan keragaman budaya Indonesia. Selain itu diharapkan dapat memperkuat moderasi dan perdamaian dunia IDN Poker“, tutur Menko PMK.

Indonesia adalah negara kepulauan, terdiri atas lebih dari 17.000 pulau dan 714 etnik dengan keragaman budaya, bahasa, flora dan fauna. Indonesia memiliki semboyan “Bhinneka Tunggal Ika” yang mengokohkan keyakinan bahwa keberagaman etnik dan suku bangsa justru memperkokoh kesatuan.

“Indonesia merupakan negara dengan penduduk muslim terbesar di dunia. Selain Islam, lima agama lain juga berkembang dimana pemeluk agama saling toleran hidup damai berdampingan satu dengan lainnya. Meski mayoritas Muslim, tetapi Islam moderat di Indonesia dapat menjadi contoh nyata Islam sebagai rahmatan lilalamin”, ujar Menko PMK.

Mengakhiri pidatonya, Menko PMK menekankan bahwa kerja sama kebudayaan merupakan pendekatan atau instrumen terbaik guna meningkatkan pemahaman antarbangsa. Pemahaman yang baik tentu akan semakin memperkuat hubungan antarnegara.

Dalam acara ini, Menko PMK juga turut menyaksikan pacuan unta bersama Raja Salman dan Para Pangeran Negara Teluk serta Duta Besar negara sahabat, dilanjutkan dengan jamuan makan malam bersama Raja Salman Abdulaziz Al Saud dan seluruh delegasi yang mengikuti festival budaya tersebut.

Hadir pula dalam acara ini Ketua MPR RI Ahmad Basarah, Muhaimin Iskandar, Nusron Wahid, Sekjen PP Muhammadiyah Abdul Mu’ti beserta Anggota PP yang lain, Duta Besar Negara-negara asing di Riyadh, Sekjen Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, Pangeran/ Delegasi Negara-Negara Teluk.